TechnicalSeptember 9, 2026

Mengapa Horn Lebar Mengelas di Tengah tetapi Tidak di Tepinya

Mengapa Horn Lebar Mengelas di Tengah tetapi Tidak di Tepinya

Keluhan yang umum pada komponen besar: bagian tengah terlas dengan bagus sementara kedua ujungnya tidak menyatu atau meluber berlebihan. Mengubah parameter tidak menolong, karena ini bukan masalah parameter.

Amplitudo tidak seragam di seluruh bidang kerja

Idealnya setiap titik pada bidang kerja bergerak sejauh yang sama. Dalam praktik, makin lebar horn-nya, makin sulit hal itu tercapai.

Gerak lateral. Ketika horn memanjang dan memendek secara aksial, efek Poisson membuatnya juga menyusut dan memuai ke arah samping. Makin lebar horn, makin berarti komponen gerak ini, dan ia terkopel dengan gerak aksialnya lalu mengacaukan sebaran amplitudonya.

Ragam getar lentur. Horn yang lebar dan tipis mudah mengembangkan getaran lentur, dan bidang kerjanya melengkung seperti membran gendang dengan perpindahan yang sangat berbeda antara pusat dan tepinya.

Kesalahan perakitan. Sistem akustik yang tidak sesumbu, bidang pasangan yang kotor, atau momen pengencangan yang keliru semuanya menyisakan satu sisi beramplitudo lebih rendah.

Alur adalah praktik yang lazim

Horn besar sering memiliki beberapa alur aksial. Alur itu bukan lubang pendingin atau pengurang bobot — tujuannya adalah membagi horn lebar secara akustik menjadi beberapa horn sempit, menekan kopel lateral dan ragam getar lentur sehingga setiap segmen bergetar secara aksial sendiri-sendiri.

Alur pada horn besar menandakan rancangan yang baik, bukan cacat pemesinan.

Di atas lebar tertentu, bagilah ke dalam zona

Pengaluran punya batas. Bila lebar lasnya melampaui apa yang bisa dijaga seragam oleh satu horn, jawaban yang benar adalah beberapa horn yang menggerakkan zona terpisah, masing-masing dengan konverternya sendiri dan bagian sambungannya sendiri.

Dengan begitu setiap horn bekerja dalam rentang nyamannya dan keseragamannya terjamin, dengan konsekuensi mesin yang lebih rumit.

Singkirkan dulu penyebab yang sederhana

Sebelum mencurigai horn-nya, pastikan hal-hal berikut:

Apakah tumpuan dari bawah seragam? Komponen yang tertopang di satu sisi dan tidak di sisi lain berperilaku sangat mirip dengan amplitudo tidak seragam, padahal penyebabnya sama sekali berbeda dan lebih umum.

Apakah horn sejajar dengan komponen? Tekan kertas jejak atau material lunak setelah perakitan dan periksa apakah bekasnya merata.

Apakah bidang pasangannya bersih dan momen pengencangannya benar? Bidang antara konverter dan booster serta antara booster dan horn harus bersih dan rata, dikencangkan pada momen yang ditentukan; momen yang kurang membuat energi hilang dalam penyaluran.

Apakah tinggi komponennya konsisten? Dengan toleransi material masuk yang longgar, komponen yang tinggi menyentuh lebih dulu dan yang pendek tidak menyentuh sama sekali, dan itu pun tampak seperti tepi yang gagal terlas.

Cara mengukurnya

Metode paling langsung: letakkan kertas termal atau lembaran tipis yang dapat dilas di bawah bidang kerjanya, jalankan pengelasan ke udara, lalu baca sebaran kedalaman bekasnya. Makin dalam berarti amplitudo makin tinggi, makin tipis berarti makin rendah, dan sebarannya terlihat sekali pandang. Sederhana dan andal, dan layak dilakukan saat mengganti horn dan pada perawatan rutin.

Rancangan horn besar dan luas maksimum yang dapat dipakai dibahas di halaman mesin las ultrasonik. Kirim gambar dan tata letak sambungannya ke 1427498429@qq.com, atau hubungi +86 769 8202 9510 / +86 137 6001 0932.